<p>Pada tutorial django bagian #3 ini, kita akan belajar bagaimana cara membuat project baru dengan django. Tak hanya itu, kita juga akan belajar bagaimana cara membuat sebuah virtual environment pada setiap kali kita akan membuat project baru di django</p>
<p>Seperti yang sudah kita bahas pada part sebelumnya, dimana setiap membuat project baru dengan django kita membiasakan diri untuk membuat virtual environment terlebih dahulu. Hal tersebut berguna, agar semua library yang dibutuhkan saat membangun aplikasi nanti bisa terisolasi antar project 1 dengan yang lain.</p>
<h2><strong>Membuat virtual environment</strong></h2>
<p>Virtualenv adalah lingkungan virtual yang terisolasi dari lingkungan luar (OS).</p>
<p>Artinya: kita bebas menginstal apapun di dalam lingkungan virtual, tanpa harus menggangu aplikasi lain di lingkungan luar.</p>
<p>1. Buat folder project baru, pada contoh kali ini saya akan membuat folder dengan nama <strong>latihan_django. </strong>Lalu buka command prompt(cmd) dan arahkan ke folder <strong>latihan_django </strong>tsb.<a href="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_683.png"><img class="aligncenter wp-image-8004" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_683.png" alt="membuat project django" width="663" height="277" /></a></p>
<p>2. membuat virtual environment. Command dibawah ini akan membuat virtual environment dengan nama <strong>env. </strong>Sebenaranya kalian juga bisa memberi nama folder ini tidak harus <strong>env, </strong>boleh <strong>venv, environment, </strong>dsb.<br />
<code>python -m venv env</code><br />
<strong>Penjelasan :</strong></p>
<ul>
<li><strong>python</strong> artinya kita akan memanggil si <em>pythonnya.</em> Pastikan python anda benar-benar terinstall</li>
<li>parameter <strong>-m</strong> artinya kita akan memanggil module yang ada di python.</li>
<li><strong>venv</strong> adalah modul yang akan diinstall lalu dimasukkan kedalam folder <strong>env</strong></li>
</ul>
<p>Untuk mengaktifkan virtual environment, jalankan perintah berikut:</p>
<p><strong>Windows</strong><br />
<code>env\Scripts\activate</code></p>
<p><strong>Linux/Unix</strong><br />
<code>source env\Scripts\activate</code></p>
<p>Jika environment sudah diaktifkan, maka akan muncul preffix <strong>(env) </strong>pada command prompt anda. Lihat gambar dibawah ini</p>
<p><a href="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_684.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-8009" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_684.png" alt="membuat project django" width="1145" height="266" /></a></p>
<h2><strong>Install Django</strong></h2>
<p><code>pip install django</code></p>
<p>untuk menginstall django dengan versi tertentu, gunakan tanda sama dengan <strong>==</strong><br />
<code>pip install Django==3.1.7</code></p>
<h2><strong>Membuat Project Django</strong></h2>
<p>Untuk membuat project dengan django, kita bisa menggunakan <strong>django-admin </strong>command.</p>
<p><code>django-admin startproject mysite</code></p>
<p><strong>Keterangan:</strong></p>
<ul>
<li>startproject adalah perintah untuk membuat project;</li>
<li>mysite adalah nama direktori project-nya.</li>
</ul>
<h3><strong>Mengenal struktur folder project django</strong></h3>
<p>Berikut ini adalah struktur directory ketika kita membuat project di django.</p>
<p><a href="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_685.png"><img class="aligncenter wp-image-8018 size-full" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_685.png" alt="membuat project django" width="966" height="278" /></a></p>
<p>Ada beberapa file dan direktori yang harus kita ketahui:</p>
<ul>
<li>Direktori <strong>mysite/</strong> adalah root direktori yang berisi seluruh file dari project. Nama direktori ini bisa diganti dengan apa saja, karena tidak akan jadi masalah bagai Django.</li>
<li>File <strong>manage.py</strong> adalah program untuk mengelola project Django. Kita akan sering mengeksekusi <strong>manage.py</strong> saat ingin melakukan sesuatu terhadap project, misalnya: menjalankan server, melakukan migrasi, menciptakan sesuatu, dll.</li>
<li>File <strong>mysite/__init__.py</strong> adalah sebuah file kosong yang menyatakan direktori ini adalah sebuah paket (python package).</li>
<li>File <strong>mysite/settings.py</strong> adalah tempat kita mengkonfigurasi project.</li>
<li>File <strong>mysite/urls.py</strong> adalah tempat kita mendeklarasikan URL.</li>
<li>File <strong>mysite/wsgi.py</strong> adalah entri point untuk WSGI-compatible</li>
</ul>
<h3><strong>Konsep Kerja Django</strong></h3>
<p>Didalam konsep django, kita akan mengenal <strong>MVT(Model View Template). </strong>Mungkin, jika anda pernah belajar konsep lain seperti MVC pada java, ataupun MVVM pada kotlin. Pada django ini kita akan mengenal yang namanya <strong>MVT</strong></p>
<p><a href="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/konsep-django.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-8022" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/konsep-django.png" alt="membuat project django" width="713" height="503" /></a></p>
<p><strong>Penjelasan:</strong></p>
<p>Setiap request dari client akan diproses pertama kali oleh <strong>urls.py</strong>, karena di sini berisi definisi alamat URL (route) dan fungsi yang akan dieksekusi di setiap rute.</p>
<p>Berikutnya, fungsi yang ada di <strong>views.py</strong> akan melakukan pemrosesan seperti:</p>
<ul>
<li>Tulis data atau ambil data dari Model</li>
<li>Racik tampilan data dengan template HTML</li>
<li>Kirim HTTP Response ke client</li>
</ul>
<h3><strong>Menjalankan Server Django</strong></h3>
<p>Untuk menjalankan server django pada project yang sudah kita buat. Pastikan kita sudah masuk ke dalam direktori project yang sudah dibuat tadi dengan nama <strong>mysite.</strong><br />
<code>cd mysite</code></p>
<p>Untuk menjalankan:<br />
<code>python manage.py runserver</code></p>
<p><a href="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_686.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-8024" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_686.png" alt="membuat project django" width="1335" height="457" /></a></p>
<p>Lalu buka browser anda dan akses ip yang tertera pada command prompt maupun terminal anda.<a href="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_688.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-8027" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_688.png" alt="membuat project django" width="1918" height="989" /></a>Jika tampil seperti pada halaman diatas, itu artinya anda sudah berhasil membuat project django dan menjalankannya di browser.</p>
<p>Secara default, django akan menggunakan port 8000 sebagai webservernya. Untuk mengubah port sesuai yang kita inginkan, kita bisa memberikan parameter port yang akang kita gunakan. eg:</p>
<p><code>python manage.py runserver 3000</code></p>
<p><a href="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_687.png"><img class="aligncenter wp-image-8026 size-full" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_687.png" alt="membuat project baru di django" width="1349" height="765" /></a></p>
<p>maka, sekarang port yang berjalan di browser menggunakan port 3000.</p>
<p>Itulah tutorial cara membuat project django. Seperti yang sudah <em>mention </em>sebelumnya, setiap kali kita membuat project dengan django sebaiknya gunakanlah virtual environment untuk mengisolasi project satu dengan yang lainnya.</p>
<h3><strong>Mengakses django administration</strong></h3>
<p>Di django, pada saat membuat project baru ia secara otomatis akan membuat halaman admin yang bisa anda akses melalui <strong>http://127.0.0.1/admin</strong></p>
<p>Tapi, sebelum mengakses django admin kita harus melakukan migrate database terlebih dahulu.</p>
<p><strong>Apa itu migration?</strong></p>
<p>Migration merupakan suatu mekanisme pada django untuk mengubah segala perubahan yang terjadi pada model baik itu penambahan, penghapusan, atau pengeditan model ke skema database yang digunakan.</p>
<p>migrate database ke sqlite<br />
<code>python manage.py migrate</code></p>
<p>untuk saat ini, kita tidak menggunakan database mysql maupun posgress.</p>
<p>Untuk bisa login ke django administration, maka kita perlu membuat super user terlebih dahulu.</p>
<p>Caranya:<br />
<code>python manage.py createsuperuser</code></p>
<p>Lalu, anda akan diminta memasukkan username, email dan password. <a href="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_689.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-8033" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_689.png" alt="django administration" width="1301" height="751" /></a></p>
<p>Sekarang buka halaman django administration <strong>http://127.0.0.1:8000/admin/<a href="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_690.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-8034" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_690.png" alt="django administration" width="1465" height="755" /></a><br />
</strong></p>
<p>Masukkan username dan password yang sudah kita buat melalui command <em>createsuperuser </em>tadi.<a href="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_691.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-8035" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_691.png" alt="django administration" width="1710" height="727" /></a></p>
<p>Sekarang, kita sudah berhasil masuk ke dalam django administration. Django administration juga bisa berfungsi mengolah konten seperti halaman dashboard pada umumnya.</p>
<p>Pada artikel selanjutnya, kita akan membahas APP pada django.</p>
<p><strong>Apa itu APP? </strong></p>
<p>Jadi, pada django setiap kita akan mendevelop suatu aplikasi, kita tidak boleh meletakkan kode-kode tersebut didalam 1 direktori project django. Karena, kode-kode tersebut akan menjadi banyak dan sulit untuk di maintain. Oleh karena itu, sebaiknya kita akan memecah fungsi-fungsi pada suatu website menjadi bagian-bagian dalam APP.</p>
<p>untuk lebih lengkapnya, silahkan tunggu saja pada tutorial berikutnya.</p>
<p>Source code pada seri tutorial ini akan saya hosting di github saya.</p>
<p>Link : <a href="https://github.com/fikryans/latihan_django" target="_blank" rel="noopener">Github Latihan Django</a></p>
<p>Terima kasih</p>

Tutorial Django Bahasa Indonesia #3: Membuat Project Django
Recent Articles
Kumpulan DNS Gratis Tercepat!
DNS merupakan sebuah sistem yang bertugas menyimpan semua informasi data domain dalam jaringan. Dengan adanya DNS, domain atau hostname yang ada akan ditranslate dan...
Apa itu DNS ? Dan Fungsinya
Apa itu DNS? - DNS (Domain Name System) adalah sebuah sistem yang bertugas menyimpan semua informasi data domain dalam jaringan. Dengan adanya DNS, domain...
Apa itu OLT ? Serta Fungsinya Dalam Jaringan
Apa itu olt ? OLT (Optical Line Termination) adalah perangkat keras yang berfungsi sebagai titik akhir (end-point) dari layanan jaringan optik pasif (Passive Optical...
Template Voucher Untuk Mixradius
Template Voucher Untuk Mixradius - Pasti kalian bosen kan dengan template voucher default mixradius? tenang. kali ini saya akan memberikan template untuk voucher mixradius kamu agar...
Daftar Port Game Online Mikrotik Terbaru
Daftar port game online dibawah ini bisa digunakan untuk membuat rule agar koneksi ke game online tersebut bisa lancar, bisa juga untuk memisahkan antara...
hudalil@hudalil-X456UQK:~$ cd mysite
hudalil@hudalil-X456UQK:~/mysite$ source env/bin/activate
(env) hudalil@hudalil-X456UQK:~/mysite$ ls
db.sqlite3 env manage.py mysite
(env) hudalil@hudalil-X456UQK:~/mysite$ python manage.py runserver
File “manage.py”, line 17
) from exc
^
SyntaxError: invalid syntax
(env) hudalil@hudalil-X456UQK:~/mysite$
gimana mengatasinya ?
Materi yang bermanfaat cak. terimakasih