<p><strong>Cara Setting PPPoE Server &#8211; </strong>Pada tutorial sebelumnya kita telah belajar tentang bagaimana <a href="https://www.tutorialpedia.net/cara-setting-hotspot-voucher-di-mikrotik/">Cara Setting Hotspot Voucher di Mikrotik</a>. Kali ini, saya akan melanjutkan sesi tutorial mikrotik yaitu <strong>Cara Setting PPPoE Server di Mikrotik. </strong>Pada tutorial sebelumnya juga saya sudah membahas <a href="https://www.tutorialpedia.net/apa-itu-mikrotik-dan-fungsinya/">Apa itu Mikrotik dan Fungsinya</a> dan <a href="https://www.tutorialpedia.net/konfigurasi-dasar-mikrotik/">Konfigurasi Dasar Mikrotik</a>. Jika kamu belum familiar dengan mikrotik, kamu bisa membaca artikel tersebut terlebih dahulu.</p>
<p>PPPoE adalah singkatan dari Point-to-Point Protocol over Ethernet yang merupakan protokol dalam jaringan untuk menghubungkan komunikasi antara dua buah jaringan atau dua buah port ethernet dengan model tunneling dan juga sebagai virtual dial-up dalam jaringan.<br />
Mikrotik adalah salah satu router yang mendukung konfigurasi pppoe server dan client. Namun, disini saya hanya akan mengulas bagaimana cara mengkonfigurasi pppoe server saja.</p>
<p><strong>Fungsi PPPoE Server Pada Router Mikrotik</strong><br />
Pada router mikrotik terdapat 2 (dua) jenis pppoe, yaitu pppoe server dan pppoe client, tapi di artikel ini saya hanya akan fokus ke pembahasan pppoe servernya saja. Apa itu pppoe dan apa fungsi nya pada sebuah jaringan yang menggunakan mikrotik sebagai router gatewaynya? Untuk pengertian pppoe ini sudah saya singgung di paragraf paling atas artikel ini, silahkan kamu scroll ke atas untuk mengetahui penjelasannya.<br />
Sedangkan fungsi dari pppoe server (menurut pengetahuan saya) yaitu sebagai salah satu jenis koneksi pada sebuah jaringan, koneksi berbasis pppoe umumnya digunakan oleh Internet Service Provider (ISP), koneksi <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Point-to-Point_Protocol_over_Ethernet" target="_blank" rel="noopener">pppoe</a> ini biasa digunakan sebagai pengganti IP statik dan juga IP dinamis yang akan diberikan kepada client.</p>
<h2><strong>Cara Setting PPPoE Server di Mikrotik</strong></h2>
<p>Pada tutorial kali ini saya akan mencoba melakukan konfigurasi PPPoE pada port ethernet yang sama dengan <a href="https://www.tutorialpedia.net/cara-setting-hotspot-voucher-di-mikrotik/">Hotspot</a>. Jadi, 1 port ether mikrotik akan mengeluarkan 2 IP sekaligus yaitu IP pppoe (192.168.100.1/254) dan juga ip hotspot(10.20.30.1/254).</p>
<h3><strong>Setup PPPoE server</strong></h3>
<p>1. Buka winbox, lalu masuk ke menu PPP<img class="aligncenter size-full wp-image-8308" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_232-1.png" alt="cara setting pppoe server" width="240" height="451" /></p>
<p>2. Klik menu <strong>PPPoE Server </strong>lalu klik tambah <strong>(+)<img class="aligncenter size-full wp-image-8309" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_233.png" alt="cara setting pppoe server" width="756" height="145" /></strong></p>
<p>3. Lalu isi <strong>Service Name </strong>dengan nama server pppoe yang kamu inginkan, lalu pada interface pilih ethernet yang akan di jadikan pppoe, pada tutorial ini saya menggunakan <strong>ether4_Hotspot </strong>agar 1 port tersebut bisa digunakan untuk hotspot dan juga pppoe. Jadi, saat pembagian ip nanti kita bisa menghemat switch hub artinya 1 switch hub tersebut bisa digunakan untuk Hotspot dan juga pppoe.<img class="aligncenter size-full wp-image-8310" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_234-1.png" alt="cara setting pppoe server" width="542" height="491" /></p>
<p>4. Sebelum mengatur <strong>Profile </strong>dan juga <strong>Secret</strong>, kita akan mengatur <strong>IP Pool </strong>terlebih dahulu. Agar nantinya ketika ada penambahan user pppoe baru kita tidak perlu menentukan ip yang akan digunakan. semuanya akan diatur oleh IP Pool ini. Untuk mengatur <strong>IP pool </strong>masuk ke menu <strong>IP &#8211; Pool<img class="aligncenter size-full wp-image-8311" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_235.png" alt="cara setting pppoe server" width="668" height="586" /></strong></p>
<p>5. Lalu klik icon tambah <strong>(+)<img class="aligncenter size-full wp-image-8312" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_236-1.png" alt="cara setting pppoe server" width="634" height="153" /></strong></p>
<p>6. Masukkan nama ip pool misal : <strong>pool-pppoe, </strong>Lalu pada bagian <strong>adresses</strong> gunakan ip yang kamu mau. Pada tutorial kali ini saya menggunakan ip range <strong>192.168.100.11-192.168.100.254. </strong>Untuk menentukan ip ini harus berbeda dari ip segmen lain seperti hotpost dsb. tidak boleh sama.<img class="aligncenter size-full wp-image-8313" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_237-2.png" alt="cara setting pppoe server" width="456" height="282" /></p>
<p> ;</p>
<h3><strong>Membuat Profiles PPPoE</strong></h3>
<p>Profile ini berfungsi untuk menentukan batasan-batasan untuk setiap client PPPoE seperti kecepatan internet dsb.</p>
<p>1. masuk ke menu <strong>PPP &#8211; Profiles </strong>lalu klik tambah <strong>(+)<img class="aligncenter size-full wp-image-8315" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_238-2.png" alt="cara setting pppoe server" width="858" height="181" /></strong></p>
<p>2. pada tutorial kali ini saya akan membuat profile untuk user dengan kecepatan 2Mbps<img class="aligncenter wp-image-8316 size-full" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_239-2.png" alt="apa itu pppoe" width="637" height="727" /></p>
<ul>
<li style="list-style-type: none;">
<ul>
<li><strong>Name : </strong>isi dengan nama profile bebas.</li>
<li><strong>Local address : </strong>isi dengan gateway dari PPPoE server</li>
<li><strong>Remote Address : </strong>pilih <strong>Ip Pool </strong>yang sudah kita buat sebelumnya</li>
<li><strong>Bridge Learning : </strong>biarkan default</li>
<li><strong>Change TCP MSS : </strong>biarkan default</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p>3. Pada tab <strong>Protocols </strong>biarkan semuanya <strong>default<img class="aligncenter size-full wp-image-8317" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_240-2.png" alt="cara setting pppoe server" width="630" height="374" /></strong></p>
<p>4. pada tab <strong>Limits </strong>sesuaikan kecepatan internet untuk profile tersebut. Misal pada tutorial kali ini saya akan memberikan limit <strong>1Mbps </strong><strong>upload</strong> dan <strong>2Mbps Download. </strong><img class="aligncenter wp-image-8318 size-full" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_241.png" alt="setting profile pppoe" width="655" height="418" /></p>
<p>5. Jika sudah, klik <strong>Apply/OK</strong></p>
<h3><strong>Membuat Secret PPPoE</strong></h3>
<p>1. klik menu <strong>PPP &#8211; Secret <img class="aligncenter wp-image-8319 size-full" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_243.png" alt="mengatur secret pppoe" width="983" height="141" /></strong></p>
<p>2. Buat username dan password. username dan password ini akan digunakan untuk dial-up ke pppoe server.<img class="aligncenter size-full wp-image-8321" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/Screenshot_244.png" alt="membuat secret pppoe" width="581" height="574" /></p>
<ul>
<li style="list-style-type: none;">
<ul>
<li><strong>Name : </strong>isi dengan username pppoe yang akan digunakan.</li>
<li><strong>Password : </strong>isi dengan password pppoe yang akan digunakan.</li>
<li><strong>Service : </strong>untuk service ini kamu bisa memilih <strong>pppoe</strong></li>
<li><strong>Profile : </strong>pilih profile yang sudah dibuat tadi.</li>
<li><strong>Local Address : </strong>isi dengan ip gateway pppoe</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p>Jika sudah selesai, klik <strong>OK.</strong></p>
<p>Pada tahap ini kamu telah berhasil melakukan setting pppoe server di mikrotik. Langkah berikutnya adalah kita akan melakukan konfigurasi pppoe pada client. untuk tutorialnya akan saya buatkan pada artikel berikutnya. jadi, stay tune di <a href="https://www.tutorialpedia.net/"><strong>TutorialPedia.NET</strong></a></p>

Cara Setting PPPoE Server di Mikrotik
Recent Articles
Kumpulan DNS Gratis Tercepat!
DNS merupakan sebuah sistem yang bertugas menyimpan semua informasi data domain dalam jaringan. Dengan adanya DNS, domain atau hostname yang ada akan ditranslate dan...
Apa itu DNS ? Dan Fungsinya
Apa itu DNS? - DNS (Domain Name System) adalah sebuah sistem yang bertugas menyimpan semua informasi data domain dalam jaringan. Dengan adanya DNS, domain...
Apa itu OLT ? Serta Fungsinya Dalam Jaringan
Apa itu olt ? OLT (Optical Line Termination) adalah perangkat keras yang berfungsi sebagai titik akhir (end-point) dari layanan jaringan optik pasif (Passive Optical...
Template Voucher Untuk Mixradius
Template Voucher Untuk Mixradius - Pasti kalian bosen kan dengan template voucher default mixradius? tenang. kali ini saya akan memberikan template untuk voucher mixradius kamu agar...
Daftar Port Game Online Mikrotik Terbaru
Daftar port game online dibawah ini bisa digunakan untuk membuat rule agar koneksi ke game online tersebut bisa lancar, bisa juga untuk memisahkan antara...
sangat membantu