<p><strong>cara install varnish &#8211; </strong>Apa itu varnish cache ? <b>Varnish</b> adalah sebuah aplikasi open source HTTP reverse proxy yang seringkali disebut juga sebagai HTTP accelerator atau web accelerator yang secara signifikan akan meningkatkan kinerja web. Cara kerja varnish cache adalah dengan cara menyalin dan menyimpan salinan dari halaman yang pertama kali dikunjungi oleh penggunjung dan jika suatu saat nanti pengunjung tersebut mengakses halaman itu lagi, maka varnish akan memberikan salinannya, bukan memintanya lagi kepada server web. Dengan cara seperti itu, tentu saja akses terhadap halaman tersebut akan menjadi lebih efektif dan efisien. Sehingga request yang di terima oleh server tidak secara terus menerus berulang. Tentu saja ini akan sedikit meringankan beban server terutama pada CPU.</p>
<p>Untuk dapat menggunakan Varnish cache ini anda membutuhkan sebuah web server seperti nginx dan juga apache, web server ini nantinya bertugas sebagai backend dari varnish. Varnish cache dapat di install di berbagai distro linux seperti Ubuntu, Debian, FreeBSD maupun RedHat.</p>
<p>Namun pada tutorial kali ini saya akan mencoba melakukan installasi dan juga konfigurasi nginx dan varnish cache pada linux debian, bisa juga anda terapkan pada distro turunan debian seperti ubuntu.</p>
<p>Sebelum ke tutorial Cara Install Varnish dengan Nginx di Debian sebaiknya anda terlebih dahulu melakukan installasi nginx pada vps anda dengan benar. Baca <a href="https://www.tutorialpedia.net/cara-install-nginx-dan-php-fpm-di-debian/">Cara Install Nginx dan PHP-FPM di Debian</a></p>
<h2><strong>Cara Install Varnish dengan Nginx di Debian:</strong></h2>
<h3><strong>Install Varnish</strong></h3>
<pre class="lang:default decode:true">curl http://repo.varnish-cache.org/debian/GPG-key.txt | sudo apt-key add -</pre>
<p>Tambahkan Repo</p>
<pre class="lang:default decode:true">nano /etc/apt/sources.list</pre>
<p>Masukkan repo di bawah ini setelah baris terakhir</p>
<pre class="lang:default decode:true ">deb http://repo.varnish-cache.org/ubuntu/ lucid varnish-3.0</pre>
<p>update dan install varnish</p>
<pre class="lang:default decode:true">apt-get update 
apt-get install varnish</pre>
<p>Buka konfigurasi varnish.</p>
<pre class="lang:default decode:true ">nano /etc/default/varnish</pre>
<p>cari “DAEMON_OPTS” pada alternative 2. dan ubah port -a menjadi 80. menjadi seperti dibawah ini:</p>
<pre class="lang:default decode:true">DAEMON_OPTS="-a :80 \ 
 -T localhost:6082 \ 
 -f /etc/varnish/default.vcl \ 
 -S /etc/varnish/secret \ 
 -s malloc,256m"</pre>
<p>Lihat gambar di bawah ini.</p>
<p><a href="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/2016/11/Screenshot_210215_21_25_57.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-2468" src="https://www.tutorialpedia.net/wp-content/uploads/2016/11/Screenshot_210215_21_25_57.png" alt="" width="803" height="524" /></a></p>
<p> ;</p>
<p>save and exit.</p>
<p>buka default.vcl</p>
<pre class="lang:default decode:true ">nano /etc/varnish/default.vcl</pre>
<p>pada backend default pastikan port backend menggunakan 8080 bisa juga menggunakan port lain. tetapi pada saat mengkonfigurasi virtual host nginx nanti sesuaikan dengan port backend varnish.. disini saya menggunakan port 8080 sebagai backendnya. untuk pengguna CMS wordpress anda bisa menambahkan konfigurasi berikut tepat di bawah default backend.</p>
<p>tambahkan setelah tutup kurung kurawal.</p>
<pre class="lang:default decode:true "># Drop any cookies sent to WordPress. 
sub vcl_recv { 
 if (!(req.url ~ "wp-(login|admin)")) { 
 unset req.http.cookie; 
 } 
} 
 
# Drop any cookies WordPress tries to send back to the client. 
sub vcl_fetch { 
 if (!(req.url ~ "wp-(login|admin)")) { 
 unset beresp.http.set-cookie; 
 } 
}</pre>
<h3> <strong>Konfigurasi nginx.</strong></h3>
<p>buka virtual host nginx</p>
<pre class="lang:default decode:true ">nano /etc/nginx/sites-available/default</pre>
<p>lalu ubah port listennya menjadi seperti dibawah ini:</p>
<pre class="lang:default decode:true ">[...] 
server { 
 listen 127.0.0.1:8080; ## listen for ipv4; this line is default 
 [...]</pre>
<p>hapus virtual host lama.</p>
<pre class="lang:default decode:true">rm /etc/nginx/site-enabled/default</pre>
<p>lalu aktifkan.</p>
<pre class="lang:default decode:true">cp /etc/nginx/sites-available/default /etc/site-enabled/</pre>
<p>restart varnish dan nginx</p>
<pre class="lang:default decode:true">service varnish restart 
service nginx restart</pre>
<p>Untuk mengecek apakah varnish sudah terpasang dengan builtwith,com atau menggunakan web-sniffer,net nanti akan ada informasi tentang web server yang anda gunakan.</p>
<p>Demikian tutorial <strong>C<a href="https://www.tutorialpedia.net/cara-install-varnish-dengan-nginx/">ara Install Varnish dengan Nginx di Debian</a>.</strong></p>
<p>Selamat mencoba</p>

Cara Install Varnish dengan Nginx di Debian
Recent Articles
Kumpulan DNS Gratis Tercepat!
DNS merupakan sebuah sistem yang bertugas menyimpan semua informasi data domain dalam jaringan. Dengan adanya DNS, domain atau hostname yang ada akan ditranslate dan...
Apa itu DNS ? Dan Fungsinya
Apa itu DNS? - DNS (Domain Name System) adalah sebuah sistem yang bertugas menyimpan semua informasi data domain dalam jaringan. Dengan adanya DNS, domain...
Apa itu OLT ? Serta Fungsinya Dalam Jaringan
Apa itu olt ? OLT (Optical Line Termination) adalah perangkat keras yang berfungsi sebagai titik akhir (end-point) dari layanan jaringan optik pasif (Passive Optical...
Template Voucher Untuk Mixradius
Template Voucher Untuk Mixradius - Pasti kalian bosen kan dengan template voucher default mixradius? tenang. kali ini saya akan memberikan template untuk voucher mixradius kamu agar...
Daftar Port Game Online Mikrotik Terbaru
Daftar port game online dibawah ini bisa digunakan untuk membuat rule agar koneksi ke game online tersebut bisa lancar, bisa juga untuk memisahkan antara...